Cek Gejala Diabetes Mellitus
Image: Google.Com

Sudah tidak asing lagi ditelinga kita tentang penyakit diabetes atau biasa di sebut dengan kencing manis,  penyakit yang banyak diderita manusia dari tahun 1552. Menurut sejarah di mesir penyakit ini disebut dengan POLIURIAL gejalanya ditandai dengan sering kencing dalam jumlah yang banyak.

Di India sendiri penyakit diabetes disebut juga dengan penyakit kencing madu (HONY URINE DIASEASE). Sebenarnya nama Diabetes sudah lama ditemukan 200 tahun sebelum masehi. Seorang ilmuan asal India, ARETAEUS yang pertama kali memberi nama penyakit ini. Diabetes, yang berarti “MENGALIR TERUS” dan Mellitus yang berarti “MANIS”.

Menurut ilmuan India kenapa penyakit ini disebut dengan penyakit diabetes dikarenakan selalu minum dalam jumlah banyak POLIDIPSIA,yang kemudian MENGALIR terus berupa air seni biasa disebut URINE, disebut Militus air seni penderita mengandung Gula (MANIS).

PENYEBAB DIABETES MELLITUS

Terbentuknya penyakit diabetes disebabkan karena Hormon Insuline penderita tidak mencukupi atau tidak bekerja secara normal di dalam tubuh, sedangkan hormon insulin mempunyai peran utama untuk memgatur kadar Glukosa (Gula) dalam darah. Karena kekurangan hormon insulin, terjadilah penyakit diabetes yang dapat menyebabkan kematian kepada penderita. Hormon insulin baru ditemukan pada tahun 1921.

Sejak ditemukan oleh Banting dan Best di Kanada, angka kematian dan keguguran ibu-ibu hamil yang terkena diabetes semakin berkurang. Pada tahun 1954 Franke dan Fuch mencoba tablet Obat Anti Diabetes (OAD). Semenjak diciptakannya, tablet OAD ini berkembang pesat dengan berbagai jenis dan indikasi penggunaannya.  Begitulah sejarah nama penyakit Diabetes Melitus tercipta.

Apa Saja Gejala Diabetes?

Sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui gejala awal diabetes. Baik bagi yang berisiko tinggi maupun bagi yang merasa sehat dan tidak memiliki riwayat atau potensi mengidap diabetes.

Diabetes tipe 1 dapat berkembang dengan cepat dalam beberapa minggu, bahkan beberapa hari saja. Sedangkan banyak penderita diabetes tipe 2 yang tidak menyadari bahwa mereka telah mengidap diabetes selama bertahun-tahun karena gejalanya cenderung tidak spesifik. Beberapa gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 meliputi:

  • Sering merasa haus.
  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
  • Rasa lapar yang ekstrem.
  • Turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Berkurangnya massa otot.
  • Terdapat keton dalam air seni.
  • Keton adalah produk sampingan dari metabolisme otot dan lemak yang terjadi ketika produksi insulin tidak cukup.
  • Kelelahan.
  • Pandangan yang kabur.
  • Luka yang lama sembuh.
  • Sering mengalami infeksi,misalnya pada gusi, kulit, vagina, atau saluran kemih.
10 Gejala Diabetes Mellitus
Image: Google.Com

PENGARUH HORMON INSULIN

Seluruh sel dalam tubuh manusia membutuhkan glukosa agar dapat bekerja dengan normal. Kadar zat gula dalam darah biasanya dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas, yaitu organ yang terletak di belakang lambung.

Tetapi organ pankreas milik penderita diabetes tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai yang kebutuhan oleh tubuh. Tanpa insulin, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.

Kekurangan Hormon Insulin

Dengan tidak adanya insulin, tubuh tidak mampu memanfaatkan glukosa sebagai energi di dalam sel. Akibatnya, glukosa tetap dalam aliran darah dan dapat menyebabkan gula darah tinggi, yang dikenal sebagai hiperglikemia.

Hiperglikemia kronik adalah tingginya kadar gula darah yang berlangsung lama, dan ini merupakan karakteristik dari diabetes mellitus. Apabila kondisi ini tidak diobati, maka bisa menyebabkan komplikasi berat, seperti kerusakan sistem saraf, mata, ginjal dan anggota gerak.

Dalam kasus yang parah, kekurangan insulin dan penurunan kemampuan untuk menggunakan glukosa sebagai sumber energi dapat menyebabkan ketergantungan terhadap lemak sebagai satu-satunya sumber energi. Pemecahan lemak ini dapat melepaskan keton ke dalam aliran darah, yang dapat menyebabkan kondisi serius yang disebut ketoasidosis.

Secara lengkap, berikut ini fungsi hormon insulin di dalam tubuh:

  • Regulasi glukosa darah.
  • Memodifikasi aktivitas enzimatis.
  • Membentuk otot dan pemulihan setelah sakit atau cedera.
  • Mengatur pembentukan lipid.
  • Mengatur pemecahan protein dan lipid.
  • Menyerap asam amino dan kalium ke dalam sel.
  • Mengatur pembuangan natrium dan volume cairan dalam urin.
  • Meningkatkan konsentrasi dan memori serta fungsi otak.

Di Indonesia sendiri, kesadaran masyarakat akan penyakit diabetes atau kencing manis masih minim dan menyebabkan penyakit ini setiap tahun semakin meningkat. Penyakit ini termasuk penyakit yang menakutkan atau mematikan, jika tidak mau dan mampu mengatur pola makan dan diet yang benar. Jadi sebenarnya penyakit ini sudah ditemukan sejak dahulu dan hingga sekarang penderita diabetes di Indonesia semakin meningkat.

Hingga saat ini, penyakit ini masuk dalam kategori menakutkan karena jika tidak ditangani secara serius dapat menyebabkan kematian. (GH)

Tulisan ini disponsori oleh Gula Cair Singkong Hilwa.

BACA JUGA:

6 Jenis Komplikasi Efek dari...

Komplikasi penyakit diabetes. Apa yang menyebabkan komplikasi diabetes? Tingginya kadar...

Pentingnya Mengetahui...

Pentingnya mengetahui penyakit diabetes terbentuk. Penyakit diabetes itu penyakit apa...

Tinggalkan Pesan